Kamis, 19 Mei 2016

Review Film Big Hero



Hiro (Ryan Potter) dan Tadashi Hamada (Daniel Henney) adalah dua bersaudara jenius di bidang robotika. Berbeda dengan kakaknya Tadashi, yang sedang belajar di universitas top San Fransokyo, Hiro meggunakan kemampuannya dibidang robotika untuk adu robot ilegal. Melihat bakatnya disia-siakan, Tadashi mencoba membujuk Hiro untuk mengikuti jejaknya masuk universitas. Tadashi mengajak Hiro untuk mengunjungi laboratorium tempatnya melakukan riset.

Di laboratorium itu Tadashi mengenalkan Geng Nerd lainnya seperti Gogo Tamago, Wasabi Ginger, Honey Lemon dan Fred. Dan di laboratorium itu pula Tadashi mengenalkan Hiro pada riset yang sedang dikerjakannya.


Di malam Hiro diterima di universitas, adalah malam yang merubah jalan hidupnya. Sebuah kebakaran tiba-tiba terjadi dan Tadashi harus menyelamatkan gurunya yang terjebak didalam laboratorium. Tak disangka, nggak ada yang selamat dari kebarakan itu. Hiro yang kehilangan sosok yang paling dia hormati kemudian terjatuh dan kehilangan arah. Di tengah keputusaannya itu Hiro menemukan kembali Baymax yang terbengkalai sepeninggal Tadashi. Daan.. Big Hero 6 dimulai!


Sepertinya, salah satu imajinasi terliar seorang anak lelaki adalah punya teman, partner atau apalah itu yang bisa mereka ajak seru-seruan tanpa batas. Sebelum Big Hero 6, film dengan cerita seperti ini dipopulerkan lewat Hiccup dan Toothless lewat How to Train Your Dragon.


Film ini seolah menjadi sebuah tarikan nafas di antara serbuan film-film box office akhir tahun 2014.


Sutradara : Don Hall, Chris Williams
Penulis Naskah : Jordan Roberts
Durasi : 102 Menit
Genre : Action, adventure, animasi
Actor : Ryan Potter, Scott Adsit, Jamie Chung

0 komentar:

Posting Komentar