Selasa, 10 Mei 2016

Drama Musikal "Dunia Maia" di Gelar Universitas Pelita Harapan


Art Division kembali nih mengadakan event kolaboratif. Kali ini, semua UKM yang ada di Universitas Pelita Harapan dilibatkan dalam penggarapan drama musikal tersebut.

Event kolaboratif Art Division tahun ini akan mempersembahkan pertunjukan dari cerita imajinatif dengan gaya musikal bertajuk “Dunia Maia” karya Boy Marpaung, Anastasia Maria dan William Kisjanto. Karya ini melibatkan 250 performers dan 100 production team dengan live orchestra, di bawah bimbingan Music Director Andreas Arianto.

"Dunia Maia" bercerita tentang alam imajinasi Maia yang penuh dengan gejolak masa lalu. Perjuangan anak muda untuk bebas dari narkoba dan alkohol karena depresi yang mendalam dan bagaimana ia mengalahkan ketakutan masa lalunya. Warna-warni dunia seorang gadis ceria bernama Maia, suatu ketika berubah pudar selepas kematian adiknya, Yuna. Rasa bersalah ditambah ketakutan yang teramat dalam sehingga membuat Maia depresi dan hampir terjerumus ke dunia free sex, alcohol, drugs. Namun ia berhasil menolak semua hal buruk tersebut.

Tragedi tersebut meninggalkan luka dan rasa bersalah di dalam hatinya, mengubah pandangan Maia atas diri dan lingkungannya. Hal itu membuat Maia mencipta sebuah dunia pelarian bernama Semosimesta, di mana di dalamnya ia berhadapan dengan sosok Maha Ratu yang misterius. Di sana pun Maia juga bertemu dengan lima klan: Klan Der (Kemarahan), Klan Hsub (Kegundahan), Klan Enots (Keras Kepala), Klan Sgurd (Narkoba), dan Klan Ecarg (Hati Nurani). Semosimesta terus bergoncang seperti Maia. Kelemahan Maia menjadi kekuatan Semosimesta. Kekuatan Maia menjadi kelemahan Semosimesta.

"Dunia Maia" didukung oleh seniman-seniman profesional di bidangnya masing-masing. Ada Boy Marpaung selaku sutradara. Seorang sutradara, produser, dan penulis naskah dalam seni pertunjukan serta pendidik yang aktif menghasilkan karya seni di bidang musik, teater musikal, dan tari. Keseharian alumni Institut Kesenian Jakarta ini adalah menjadi Art Division Manager di Universitas Pelita Harapan yang telah menghasilkan lebih dari 500 pertunjukan dan acara. Membentuk grup orkestra dan label musik Fortebright bersama beberapa musisi muda. Ia tak pernah berhenti berkarya untuk menghasilkan para seniman muda yang berkualitas. "Art for Life, Life for Art" adalah semboyan hidupnya.

Andreas Arianto sebagai Music Director juga merupakan seniman yang cukup diperhitungkan di jagad musik Indonesia. Setelah menyelesaikan studi komposisi musiknya di Universitas Pelita Harapan, ia memimpin Fortebright Orchestra. Ia juga turut dalam tur konser 6 kota bersama Slank pada 2008. Ia juga terlibat sebagai konduktor di rekaman orkestra untuk film The Raid 2. Andreas juga disibukan dengan menulis musik untuk beberapa film pendek dan mengaransemen beberapa lagu untuk album 'The Sounds of Indonesia' by Addie MS. Ia memproduseri beberapa rekaman single dan album untuk Ungu, Dewi Lestari, Volmax, Aron Ashab, Mesty Ariotedjo dan Rama Widi. Ia selalu tertarik dengan asimilasi antar budaya. Ia banyak berinteraksi dengan musisi elektronik untuk rekaman musik yang juga dikerjakannya dengan musisi orkestra di Beijing dan Budapest.

"Dunia Maia" akan pentas di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Minggu 28 Mei 2016 jam 18.00. Melalui sebuah pagelaran seni ini, diharapkan bisa memberi mahasiswa/i ruang ekspresi dalam pengembangkan talenta seni sebagai wujud tanggung jawab Mandat Budaya (Cultural Mandate).
Dan pertunjukan ini diharapkan juga bisa membuat para mahasiswa/i mendapatkan pengalaman seni pertunjukan melalui proses produksi tentang bagaimana mereka dapat menyuguhkan sebuah pagelaran yang bermutu, menghibur sekaligus memberikan pesan spiritual bagi masyarakat.

sumber : http://www.provoke-online.com/index.php/lifestyle/event-agenda/5802-universitas-pelita-harapan-gelar-drama-musikal-dunia-maia

0 komentar:

Posting Komentar