Senin, 02 Mei 2016

Menari Bersama Teman Sebangku Disemestanya Teman Sebangku


Teman Sebangku, dua kata ini mungkin ngingetin kita sama masa-masa di bangku sekolah dulu. Saat memiliki seorang teman yang duduk bersebalahan dengan kita di dalam sebuah kelas yang bisa diajak bercanda sampe gontok-gontokan.

Tapi gak bakal ada yang nyangka kalau Teman Sebangku dijadikan sebagai nama sebuah band bagi duo musisi Doly Harahap dan Sarita Rahmi Listya. Nama Teman Sebangku sendiri diambil dari keyakinan bahwa teman yang selalu ada bersama dalam setiap situasi yang dialami bersama ialah teman sebangku.

Sejak mendeklarasikan sebagai teman sebangku pada 6 Agustus 2010 Doly Harahap sang pemetik gitar nylon dan Sarita si pemilik suara merdu, dipertemukan oleh seorang teman tanpa disengaja. Jadi mereka sama-sama baru kenal saat sudah melepas seragam putih abu . Gak ada kaitannya sejarah pertemanan mereka dengan nama Teman Sebangku.

Sebelum jadi satu kesatuan yang utuh; Teman Sebangku. Doly sudah memiliki tabungan lagu yang diciptakannya sendiri. Sampai akhirnya pada awal pertemuan mereka, Doly mencoba membagi lagunya kepada Sarita. Lagu “Menari” yang di berikan Doly menjadi awal ketertarikan Sarita dengan musik-musik yang diciptakan pria yang kini menjadi rekannya dalam bermusik. Keduanya satu suara untuk sama-sama berproses lewat media musik yang sejak saat itu sudah menjadi “Teman Sebangku”.

Panggung mereka di Beat and Bite Café menarik perhatian sang pemilik café Riko yang merupakan Gitaris dari band Mocca untuk memproduseri album perdana Teman Sebangku. Dari situlah, pada tahun 2011 EP yang berjudul “Menari Bersama” dirilis. Menari, Sing About You, Do dan Berhenti Sejenak merupakan list lagu yang ada di album “Menari Bersama”.

Setelah mengeluarkan album, beberapa single seperti Perempuan Pagi dan yang terbaru Agony Parade pun diperdengarkan Teman Sebangku kepada khalayak.  Satu puisi karya Sapardi Djoko Darmono pun pernah mereka musikalisasikan dengan nada major yang menciptakan kesan keindahan. Komposisi music ini bertolak belakang dengan makna dari isi puisi yang berjudul Waktu berjalan Kebarat itu sendiri.

Lagu- lagu yang bernuansa ceria, khas Teman Sebangku seakan mengajak pendengarnya untuk berdiam diri menikmati musik yang mereka sajikan. Tapi bisa membuat para pendengar beneran “menari”. Bukan menari jingkrak- jingkrak penuh euphoria tapi “menari” yang bakal dirasakan saat mendengarkan lagu-lagu mereka. Minimalnya menggerakkan kaki atau mengetuk-ngetukan jari tangan ke meja mengikuti tempo lagunya.
Ini menjadi keunikan tersendiri bagi kemasan musik Teman Sebangku.

Sosok Sarita yang berambut ikal, punya cara tersendiri dalam memaknai music, ia percaya bahwa musik sebagai obat, dimana semua perasaan yang membebani atau menyulitkan terkadang terasa lebih mudah saat mendengarkan musik. Sedangkan Doly memaknai music hanya dengan satu kata: kebagahian. Satu kata yang punya makna luas buat siapa saja yang memaknainya.

0 komentar:

Posting Komentar